Tingkatkan Kesiapsiagaan Medis, Ratusan Murid dan Guru SMAN 1 Susut Bali Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

SUSUT, BALI – Guna membangun generasi muda yang tanggap darurat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan sesama, SMAN 1 Susut, Bangli, Bali, menggelar kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) ini menyasar para murid dan guru sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 100 hingga 150 peserta yang terdiri dari perwakilan murid lintas kelas serta para guru pendamping. Agenda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis dalam menangani situasi darurat medis, seperti henti jantung atau tersedak, sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.

Antusiasme Tinggi dan Sesi Hands-On yang Interaktif

Sejak pagi hari, atmosfer aula SMAN 1 Susut tampak penuh semangat. Antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari raut wajah para peserta. Tidak sekadar duduk dan mendengarkan pemaparan materi, ratusan peserta justru sangat aktif menghidupkan suasana melalui sesi tanya jawab yang interaktif.

Banyak murid dan guru yang melempar pertanyaan kritis seputar mitos penanganan pertama yang selama ini beredar di masyarakat.

“Pelatihan ini sangat seru dan membuka mata kami. Sekarang kami jadi tahu apa yang harus dilakukan secara medis kalau tiba-tiba ada teman atau keluarga yang pingsan mendadak, bukan malah panik,” ujar salah satu murid peserta pelatihan.

Kemeriahan dan keseriusan peserta semakin memuncak saat memasuki sesi hands-on (praktik langsung). Secara bergantian, para murid dan guru mencoba melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau kompresi dada menggunakan alat peraga manekin yang telah disediakan.

Berjalan Lancar dan Sukses

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar dan kondusif. Ketertiban peserta saat mengantre untuk mencoba praktik langsung membuat instruktur dapat memberikan bimbingan dan koreksi teknik secara optimal kepada setiap individu.

Pihak sekolah berharap, melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, SMAN 1 Susut dapat menjadi pelopor sekolah siaga bencana dan darurat medis di wilayah Bali. Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan setiap warga sekolah memiliki sense of crisis yang kuat dan berani mengambil tindakan penyelamatan yang benar demi meminimalisir risiko fatalitas di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *