RSUD Kaimana menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Airway Management (Manajemen Jalan Napas) yang berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 24 hingga 25 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan RSUD Kaimana, Papua Barat, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan klinis, khususnya di bidang kegawatdaruratan medis.
Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD Kaimana. Mengingat manajemen jalan napas merupakan aspek paling krusial dalam penanganan pasien gawat darurat, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan pengambilan keputusan cepat para praktisi kesehatan di lapangan.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif yang mencakup teori dasar hingga praktik simulasi (hands-on). Materi pelatihan meliputi teknik pembebasan jalan napas manual, penggunaan alat bantu napas sederhana, hingga prosedur intubasi endotrakeal. Fokus utama dari pelatihan ini adalah memastikan setiap peserta mampu mengenali tanda-tanda obstruksi jalan napas secara dini dan melakukan intervensi yang tepat guna mencegah gagal napas pada pasien.





Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Pihak RSUD Kaimana menyediakan sarana penunjang yang memadai, termasuk alat peraga simulasi dan peralatan medis terkini untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal. Evaluasi dilakukan di akhir sesi untuk mengukur pemahaman serta keterampilan motorik peserta dalam mendemonstrasikan prosedur manajemen jalan napas sesuai standar keselamatan pasien.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Airway Management ini, RSUD Kaimana menegaskan komitmennya dalam menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di wilayah Papua Barat. Diharapkan, dengan bertambahnya kompetensi 30 tenaga kesehatan ini, RSUD Kaimana dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keberhasilan penanganan pasien kritis melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan terukur.
