Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana kembali berpartisipasi di tingkat internasional pada 19th World Congress of Anaesthesiologists yang diselenggarakan tanggal 15–19 April 2026 di Marrakech, Maroko. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik, penelitian, serta jejaring global bagi dosen dan peserta didik.









Kongres anestesiologi dunia ini dihadiri oleh ribuan praktisi dan akademisi dari berbagai negara. Delegasi dari Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Universitas Udayana yang berafiliasi dengan RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah Denpasar turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ilmiah, termasuk simposium, diskusi, dan presentasi hasil penelitian.
Berkontribusi ilmiah melalui presentasi oral hasil penelitian pada poster berjudul “Postoperative Urinary Kidney Injury Molecule-1 and Interleukin-18 as Potential Predictor of Acute Kidney Injury after Major Surgery”, dibawakan oleh dr. Siti Rizki Pawestri H sebagai peserta didik PPDS dan anggota tim peneliti dengan pembimbing Dr. dr. Pontisomaya Parami, Sp.An-TI, MARS, FCC.
Selain menjadi ajang penyampaian hasil penelitian, partisipasi dalam forum ini juga memberikan kesempatan untuk memperoleh wawasan terbaru di bidang anestesiologi dan terapi intensif. Delegasi mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas inovasi dalam manajemen jalan napas, pendekatan anestesi pada pasien dengan komorbid kompleks, serta strategi terkini dalam perawatan pasien kritis berbasis evidence. Interaksi dengan para ahli dunia memberikan perspektif baru yang dapat diadaptasi dalam praktik klinis di Indonesia.
Kehadiran dosen dalam kegiatan ini turut memperkuat representasi institusi di tingkat global. Kegiatan ini juga diikuti oleh dr Christoper Ryalino, Sp.An-TI, dosen di Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif yang saat ini sedang menempuh pendidikan PhD di University of Groningen, Belanda. Keterlibatan beliau mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam pengembangan akademik serta membuka peluang kolaborasi internasional di masa depan.
Di samping kegiatan ilmiah, keikutsertaan dalam kongres ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan lingkungan setempat. Marrakech, yang dikenal sebagai “the Red City” menawarkan kekayaan sejarah dan budaya yang khas. Gurun Agafay, kawasan Medina yang ikonik, lorong-lorong pasar tradisional (souk) yang hidup dan penuh warna, makanan khas tradisional, disertai interaksi hangat dengan masyarakat lokal merupakan pengalaman yang sangat berkesan.
Partisipasi dalam 19th World Congress of Anaesthesiologists 2026 menunjukkan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Universitas Udayana sebagai institusi yang aktif dan berdaya saing global. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam peningkatan mutu pendidikan serta pelayanan anestesiologi dan terapi intensif di Indonesia.
